RSS

Foto-Foto Satpol PP yang Tewas di Depan Makam Mbah Priok

17 Apr

Setelah sebelumnya saya mempublish foto tentang seorang anak yang diperkirakan tewas dipukuli Satpol PP, kini saya akan mempublish foto Satpol PP yang menjadi korban. Ada tiga orang Satpol PP yang tewas saat perang di Koja kemarin. Ketiganya adalah Ahmad Tajudin, Israel Jaya Mangunsang, dan W Soepono. Berikut beritanya :

Ahmad Tajudin, Satpol PP yang Tewas di Koja

Bentrok di muka makam keramat Mbah Priok menimbulkan korban jiwa. Dua orang aparat Satuan Polisi Pamong Praja dipastikan tewas, Ahmad Tajudin dan W Soepono.

Kepergian korban menimbulkan duka bagi keluarga. Kakak Ahmad Tajudin, Ahmad Rivai (32), mengetahui kabar duka itu sehabis maghrib.

Lelayu datang dari rekan korban dari sesama anggota Satpol PP Jakarta Barat. “Pertama kali dikabarkan hanya cidera, begitu dikabarkan saya langsung ke RS Koja,” kata Ahmad Rivai, Kamis 15 April 2010 dini hari.

Ahmad Tajudin tewas dalam usia relatif muda, 27 tahun. Dia adalah warga Jalan HH No 43 RT 9/1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sebuah rumah sederhana satu lantai dengan tembok warna biru, diketahui sebagai tempat tinggalnya.

Ahmad Tajudin adalah anak kesebelas dari 13 bersaudara, dari pasangan Haji Mahmud dan Hj Halifah. Korban bekerja di Satpol PP Walikota Jakarta Barat sejak tahun 2005.

Ahmad Tajudin tewas dengan luka sabetan di punggung, luka di kepala, wajah dan lengan.

“Kami menerima ini dengan sabar dan meminta pengertian dari satpol PP untuk memperhatikan anggotanya,” kata Ahmad Rivai.

Sebelumnya, kepastian tewasnya Ahmad Tajudin disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto saat berkunjung ke RS Koja, pukul 23.00 WIB, Rabu 14 April 2010. Saat itu, baru satu aparat yang dipastikan tewas.

Sumber berita VivaNews

Kemudian ini berita tentang kematian Israel :

Keluarga Sesali Kematian Israel

Keluarga mengaku menyesalkan kematian Israel Jaya Mangunsang (26), aparat Satpol PP Jakarta Utara yang mengorbankan jiwanya ketika bertugas dalam penggusuran di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang berakhir dengan kerusuhan.

“Meski dia (Israel) meninggal saat bertugas, namun saya tetap menyesali kejadian itu. Sebab Pemerintah Jakarta Utara tidak membekali keterampilan anggota Satpol PP untuk menghadapi massa,” ujar adik kandung korban, Kartika (22), kepada ANTARA di Bekasi, Kamis.

Almarhum Israel yang tinggal bersama orang tuanya di Jalan Swadaya RT02 RW14 nomor 97, Kelurahan Jati Bening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, telah bergabung dalam Satpol PP Pemerintah Jakarta Utara sejak tahun 2005 dengan status sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Berdasarkan pengakuan kakak saya, dia hanya dibekali pengetahuan seputar pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) dan jarang dibekali ilmu bela diri mau pun persenjataan yang lengkap untuk mengatasi kericuhan massa,” katanya.

Saat peristiwa kericuhan Tanjung Priok, kata dia, Israel anak ke dua dari empat bersaudara pasangan Zainal Abidin Mangunsong dan Ny. Tintauli Pangaribuan itu tergabung dalam tim lapis pertama pengamanan di Jalan Koja dekat Terminal Peti Kemas Tanjung Priok.

“Saat terjadi bentrokan, Israel bersama dengan rekan satu timnya tidak mampu mengimbangi jumlah massa yang saat itu mulai beringas. Saat terjadi kejar-kejaran, kakak saya terjatuh, sementara tameng dan pentungannya terpental,” katanya.

Melihat situasi itu, kata dia, sekumpulan massa yang mengamuk langsung melempari batu ke tubuh korban serta memberi pukulan menggunakan benda tumpul hingga mengeluarkan darah di bagian kepala belakang.

“Informasi yang saya terima dari temannya, Israel sama sekali tidak memberikan perlawanan, dan temannya lari menyelamatkan diri,” katanya.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Koja Jakarta Utara dalam keadaan koma untuk mendapat perawatan darurat. Namun, fasilitas kedokteran di RS tersebut tidak maksimal, sehingga kembali dirujuk ke RS Tarakan Jakarta Pusat, hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 04:00 WIB akibat luka dalam di bagian kepala.

Sementara itu, Mikron Abadi (35), rekan korban yang juga bertugas sebagai anggota Satpol PP Jakarta Utara, turut membenarkan pernyataan Kartika terkait minimnya pembekalan anggota oleh Pemerintah Jakarta Utara dalam mengahadapi kerusuhan.

“Dalam sebulan, kami hanya sekali diberi pelatihan ilmu bela diri dasar setiap hari Jumat. Itu pun hanya sekitar 20 persen saja, selebihnya senam kesehatan jasmani di sekitar pelataran parkir gedung pemerintahan,” ujarnya.

Kendati anggota Satpol PP telah diberi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dari pemerintah setempat, kata dia, namun tidak seluruh anggota mendapat fasilitas secara penuh.

“Untuk kategori PTT, hanya menerima biaya pengobatan di RS saja. Namun, bagi yang telah PNS sudah menerima tunjangan secara penuh termasuk asuransi kematian,” ujarnya.

Menurut Mikron yang saat kericuhan bertugas sebagai supir truk pengangkut anggota, upah yang diterima anggota Satpol PP dengan status PTT setiap bulannya sekitar Rp1.650.000. Dengan perincian gaji pokok sebesar Rp900 ribu ditambah tunjangan kinerja Rp750 ribu.

Sumber berita Antara

Dan yang terakhir berita tentang W Soepono :

Jenazah Satpol PP Soepono Dievakuasi Petugas PMI

Setelah berjam-jam tergeletak, jenazah Satpol PP W Soepono, berhasil dievakuasi. Jenazah Soepono diusung dengan keranda oleh petugas PMI sambil berjalan kaki.

Pantauan detikcom, Selasa (14/4/2010), puluhan santri yang sebelumnya bentrok dengan Satpol PP, kini membantu mengawal jenazah tersebut ke RS Koja. Letak RS Koja memang tidak terlalu jauh dari pelabuhan ini.

Para santri juga membacakan salawat untuk jenazah Soepono. Informasi yang dikumpulkan, setelah dibawa ke RS Koja, Soepono akan diotopsi di RSCM.

Sebelumnya Soepono ditemukan tewas di kawasan peti kemas kompleks Pelindo. Kondisinya cukup mengenaskan. Seragam Satpol PP yang masih melekat di tubuhnya dipenuhi dengan darah.

Sumber berita DetikNews

Saya tidak mengetahui yang manakah diantara ketiga anggota Satpol PP tersebut yang ada di foto ini. Yang jelas foto ini diambil selepas kejadian bentrokan antara warga Koja dengan aparatur pemprov DKI tersebut.

Berikut foto-fotonya :

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 April 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: