RSS

Pengolahan Data Terdistribusi

05 Apr

Dalam sebuah database terdistribusi, database disimpan pada beberapa komputer. Komputer-komputer dalam sebuah sistem terdistribusi berhubungan satu sama lain melalui bermacam-macam media komunikasi seperti high-speed buses atau telephone line. Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau beberapa site. Tiap-tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu sebuah transaksi yang mengakses data pada satu site di mana transaksi telah ditentukan. Contoh topologi network : 1. Fully Connected network : Keuntungan : kalau salah satu node rusak, yang lainnya masih dapat berjalan (tetapi biaya mahal). Kerugian : control management tidak terjamin 2. Partially connected network : Keuntungan : reliability rendah, biaya dapat ditekan Kerugian : control management tidak terjamin 3. Tree structure network : Keuntungan : bersifat sentral, control management lebih terjamin Kerugian : kalau node pusat (A) rusak, semua akan rusak. Cat : setiap proses dimulai dari bawah. 4. Ring Network (LAN) : Keuntungan : rusak satu, yang lain masih berjalan. Kerugian : Control management kurang terjamin karena bersifat desentralisasi. 5. Star Network (LAN) : Keuntungan : control management lebih terjamin, karena bersifat sentral- reliability rendah. Kerugian : kalau pusat rusak, yang lainnya rusak. Pengertian Database terdistribusi adalah database yang berada di bawah kontrol dari pusat sistem manajemen basis data (DBMS) di mana perangkat penyimpanan tidak semua Common terpasang pada CPU. Sistem komputer terdistribusi adalah sebuah sistem Yang memungkinkan aplikasi komputer beroperasi secara terintegrasi pada lebih dari satu lingkungan yang terpisah secara fisis. 3 komponen dasar dalam satu model sistem terdistrubusi : 1. Webserver : server pengelola sistem / tempat menaruh source code program yang merupakan otak dari sistem itu sendiri. 2. Database server : Mesin yang digunakan sebagai server untuk menyimpan database. 3. File server : Mesin yang digunakan sebagai server untuk menyimpan file/konten yang berhubungan dengan sister. 3 alasan utama yang paling mendasar komponen tersebut harus terdistribusi yaitu : 1. Distribusi fungsi : Karena komputer memiliki kemampuan fungsi yang berbeda (distribusi fungsi), contoh : fungsi utama file server yang menitikberatkan pada space harddrive tentu berbeda dengan fungsi utama webserver yang mengutamakan kecepatan prosesor dan kemampuan memori yang besar. 2. Distribusi beban keseimbangan : Pemberian tugas ke prosesor secukupnya sehingga unjuk kerja seluruh sistem teroptimasi. 3. Distribusi fisik : Sistem yang menggantungkan pada fakta bahwa komputer secara fisik terpisah (e.g., untukmencapai kehandalan). 3 alasan harus memulai menerapkan sistem ini di perusahaan : 1. Penambahan Quota bukan merupakan solusi total untuk mengatasi masalah bandwidth. Contoh : apakah dengan melebarkan jalan akan menuntaskan masalah kemacetan di Jakarta, atau hanya mengurangi ? 2. Fakta bahwa kebutuhan informasi internal (cabang/jobsite) tidak harus tersentralisasi. 3. Peningkatan jumlah aplikasi berbanding lurus dengan penambahan quota bandwidth, sehingga harus ada solusi pintar untuk mengoptimalkan pemakaian bandwidth. 3 kendala utama (konsekuensi) yang mungkin terjadi dalam penerapan sistem terdistribusi : 1. Kompleksitas dalam perancangan arsitektur software. 2. Sistem terdistribusi sangat tergantung pada jaringan. 3. Pendistribusian data memunculkan masalah keamanan (security). 3 solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala diatas : 1. Yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini adalah tools, banyak sekali tools yang dapat digunakan. 2. Scheduler update agar data tetap tersentalisasi 3. Selain trik-trik dalam pemrograman, Policy ISMS (http://id.wikipedia.org/wiki/ISMS) juga wajib diterapkan. Distribusi file adalah bagian dari sistem informasi terdistribusi dimana konten-konten (file berupa fisik) yang terdapat dalam sistem, terdistribusikan di setiap fileserver lokal. Distribusi database adalah bagian dari sistem informasi terdistribusi dimana arsitektur databasenya dirancang sedemikian rupa sehingga data yang berupa record dapat terdistribusikan di setiap database server lokal dan dapat bekerja secara terintegrasi dan simultan. Keuntungan dan Kerugian Database Terdistribusi Keuntungan-keuntungan dari database terdistribusi 1. Pengawasan distribusi dan pengambilan data Jika sejumlah site yang berbeda dihubungkan satu sama lain, lalu seorang pemakai yang berada pada satu site dapat mengakses data yang tersedia pada site lain. Sebagai contoh : sistem distribusi pada sebuah bank memungkinkan seorang pemakai pada salah satu cabang dapat mengakses data cabang lain. 2. Reliability dan availability Sistem distribusi dapat terus menerus berfungsi dalam menghadapi kegagalan dari site individu atau mata rantai komunikasi antar site. Misal : jika site-site gagal dalam sebuah sistem distribusi, site-site lainnya dapat melanjutkan operasi jika data telah direplikasi pada beberapa site 3. Kecepatan pemrosesan query Jika sebuah query melibatkan data pada beberapa site, memungkinkan membagi query ke dalam sub query yang dapat dieksekusi dalam bentuk paralel oleh beberapa site. Perhitungan secara paralel mempercepat pemrosesan dari seorang pemakai query 4. Otonomi lokal Pendistribusian sistem mengizinkan sekelompok individu dalam sebuah perusahaan untuk melatih pengawasan lokal melalui data mereka sendiri. Dengan kemampuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pusat pemrosesan. 5. Efisien dan fleksibel Data dalam sistem distribusi dapat disimpan dekat dengan titik di mana data tersebut dipergunakan. Data dapat secara dinamik bergerak atau disalin, atau salinannya dapat dihapus. Kerugian-kerugian dari database terdistribusi 1. Harga software yamg mahal Hal ini disebabkan sangat sulit untuk membuat sistem database distribusi 2. Kemungkinan kesalahan lebih besar Site-site yang termasuk dalam sistem distribusi beroperasi secara paralel sehingga menjadi lebih sulit untuk menjamin kebenaran dari algoritma. Adanya kesalahan mungkin tak dapat diketahui 3. Biaya pemrosesan tinggi Perubahan pesan-pesan dan penambahan perhitungan dibutuhkan untuk mencapai koordinasi antar site. Dalam memilih sebuah disain untuk sistem database, perancang harus mengimbangi keuntungan dan kerugian dari database terdistribusi. Fragmentasi Data Fragmentasi : relasi dipartisikan ke dalam beberapa bagian, setiap bagian disimpan pada lokasi yang berbeda. Jenis-Jenis Fragmentasi Data 1. Fragmentasi Horizontal. Fragmentasi horizontal berisikan tuple-tuple yang dipartisi dari sebuah relasi global ke dalam sejumlah subset r1, r2, … , rn. 2. Fragmentasi Vertikal Fragmentasi vertikal disempurnakan dengan menambahkan sebuah atribut yang disebut tuple identifier (tuple-id) ke dalam skema r. 3. Fragmentasi Campuran Relasi r (global) dibagi-bagi ke dalam sejumlah relasi fragment r1, r2, r3, …, rn. Tiap-tiap fragment diperoleh sebagai hasil baik dari skema fragmentasi horizontal ataupun skema fragmentasi vertikal pada relasi r, atau dari sebuah fragment r yang diperoleh sebelumnya. Replikasi : Sistem memelihara beberapa salinan (copy) dari relasi. Setiap salinan disimpan pada beberapa lokasi yang berbeda

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 April 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: